Image hosted by Photobucket.com

Apa itu KEKASIH ALLAH? Apa itu KEBENARAN? Apa itu KASEH DAN SAYANG? Apa itu AL QURAN? Apa itu TARANUM AL QURAN? Apa itu LAGU AL QURAN?
Apa itu QARI MESIR? Apa itu QARI TIMUR TENGAH, QARI SINGAPURA, QARI MALAYSIA, QARI INDONESIA, QARI ANRATABANGSA? Apa itu TILAWAH AL QURAN? Apa itu MUSABAQAH AL QURAN? Apa itu TASAWUF?
Aku juga ingin tahu tentang.....
Santapan RESEPI MASAKAN MELAYU TERBAIK, RESEPI MASAKAN MELAYU TERKINI, SANTAPAN ROHANI dan CERPEN TERBAIK, PUISI TERBAIK, KOLEKSI CERPEN TERBAIK SINGAPURA DAN SAJAK-PUISI TERBAIK SINGAPURA serta segala kerenah manusia!
Sebuah ilusi dan imaginasi dari penaku....


Thursday, February 16, 2006
SEJARAH HIDUP NABI MUHAMMAD S.A.W. - Bahagian Pertama (ms 5)

BAHAGIAN PERTAMA

ARAB PRA-ISLAM

Sudah wajar sekali dalam wilayah demikian itu, yang seperti Sahara Afrika Raya yang luas, tak ada orang yang dapat hidup menetap, dan cara hidup manusia yang biasapun tidak pula dikenal.  Juga sudah biasa bila orang yang tinggal di daerah itu tidak lebih madsudnya hanya sekadar menjelajahinya dan menyelamatkan diri saja, kecuali di tampat2 yang tak seberapa, yang masih ditumbuhi rumput dan tempat berternak.  Juga sudah sewajarnya pula tempat2 itu tetap tak dikenal kerana sedikitnya orang yang mau mengembara dan mau menjelejahi daerah itu.  Praktis orang zaman dahulu tidak mengenal jazirah Arab, selain Yaman.  Hanya saja letaknya it telah dapat menyelamatkan dari pengasingan dan penghuninya pun dapat bertahan diri.

Pada masa itu orang belum merasa begitu aman mengarungi lautan guna mengangkut barang dagangan atau mengadakan pelayaran.  Dari peribahasa Arab yang dapat kita lihat sekarang menunjukkan, bahwa ketakutan orang menghadapi laut sama seperti dalam menghadapi maut.  Tetapi, bagaimana pun juga untuk mengangkut barang dagangan itu harus asa jalan lain selain mengarungi bahaya maut itu.  Yang paling penting transport perdagangan masa itu ialah antara Timur dan Barat, antara Rumawi dan sekitarnya, serta India dan sekitarnya.  Jazirah Arab masa itu merupakan daerah lalu-lintas perdagangan yang diseberanginya melalui Mesir atau melalui Teluk Persia, lewat terusan yang terletak di mulut Teluk Persia itu.  Sudah tentu wajar sekali bilamana penduduk pedalaman jazirah Arab itu menjadi raja sahara. sama halnya seperti pelaut2 pada masa2 berikutnya yang daerahnya lebih banyak dikuasai air daripada daratan, menjadi raja laut.  Dan sudah wajar pula bilamana raja2 padang pasir itu mengenal seluk beluk jalan para kalifah sampai ke tempat2 yang berbahaya, sama halnya seperti para pelaut, mereka sudah mengenal garis2 perjalanan kapal sampai sejauh-jauhnya.  "Jalan kalifah itu bukan dibiarkan begitu saja," kata Heeren, tetapi sudah menjadi tempat yang tetap mereka lalui.  Di daerah padang pasir yang luas itu, yang biasa dilalui oleh para kalifah, alam telah memberikan tempat2 tertentu kepada mereka, terpencar-pencar di daerah tandus, yang kelak menjadi tempat mereka beristirahat.  Di tempat itu, di bawah naungan pohon2 kurma dan di tepi air tawar yang mengalir di sekitarnya, seorang pedagang dengan binatang bebannya dapat menghilangkan haus dahaga sesudah perjalanan yang melelahkan itu.  Tempat2 peristirahatan itu juga telah menjadi gudang perdagangan mereka, dan yang sebagian lagi dipakai sebagai tempat penyembahan, tempat ia meminta perlindungan ataas barang dagangannya atau meminta pertolongan dari tempat itu.

Lingkungan jazirah itu penuh dengan jalan kalifah.  Yang penting diantaranya ada dua.  Yang sebuah berbatasan dengan Teluk Persia.  Sungai Dijla, bertemu dengan padang Syam dan Palestina.  Pantas jugalah kalau batas daerah2 sebelah timur yang berdekatan itu diberi nama Jalan Timur.  Sedang yang sebuah lagi berbatasan dengan laut Merah, dan kerana itu diberi nama Jalan Barat.  Melalui dua jalan inilah produksi barang2 diBarat diangkut ke Timur dan barang2 di Timur diangkut ke Barat.  Dengan demikian daerah pedalaman itu mendapatkan kemakmurannya.


Bahan rujukan:
ditukil dari kitab Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Karangan Dr. Muhammad Husain Haekal


Posted at 11:43:57 pm by semisaku
Comments (2)  




Thursday, November 24, 2005
Selamat hari raya idul fitri dan pengakuan.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI DAN PENGAKUAN.

Aku ingin mengambil kesempatan di bulan raya idul fitri ini buat mengucapkan selamat hari raya idul fitri ...maaf zahir dan bathin kepada semua umat islam sedunia.

Sebagai seorang manusia yang daif lagi lemah...
Aku juga tidak terlepas dari melakukan kesilapan didalam hidup ku ini dan juga didalam penulisan ku di blogku ini.
Kerana itu, aku sekali lagi menghulur sepuluh jari memohon ampun dan maaf kepada sesiapa sahaja jika ada kesilapan yang telah aku lakukan selama ini.

Semoga dengan semaraknya bulan raya idul fitri ini akan memberi semacam kekuatan kepada semua umat islam dimana pun mereka berada...supaya semakin rajin berusaha memperbaiki diri
zahir dan bathin kearah bertambah2nya keimanan dan taqwa ...mengharap keredaan Tuhan!

Tiadalah kita dijadikan melainkan hanya untuk menyembah Tuhan kita dan beramal solih membuat kebaikkan kepada semua umat manusia disamping berusaha memperbaik sifat hati jiwa kita supaya bertambah2 bersih, suci lagi luhur...untuk kembali kepada Tuhan kita.

InsyaAllah....

Posted at 9:15:13 pm by semisaku
Comments (3)  




Thursday, September 01, 2005
SEJARAH HIDUP NABI MUHAMMAD S.A.W. - Bahagian Pertama (ms 4)

BAHAGIAN PERTAMA

ARAB PRA-ISLAM

Sikap saling menyesuaikan diri dibawah naungan Imperium itu itulah pula yang menyebabkan penyebaran agama Masehi tetap berjalan dan dapat diteruskan dari Mesir dibawah Rumawi sampai ke Ethiopia yang merdeka tapi masih dalam lingkungan persahabatan dengan Rumawi.  Dengan demikian ia mempunyai kedudukan yang sama kuat di sepanjang Laut Merah seperti di sekitar Laut Tengah itu.  Dari wilayah Syam ia menyeberang ke Palestina.  Penduduk Palestina dan penduduk Arab Ghassan yang pindah kesana telah pula menganut agama itu, sampai kepantai Furat, penduduk Hira, Lakhmid dan Mundhir yang berpindah dari pedalaman sahara yang tandus ke daerah2 subur juga demikian, yang selanjutnya mereka tinggal di daerah itu beberapa lama untuk kemudian hidup di bawah kekuasaan Persia Majusi.

Dalam pada itu kehidupan Majusi di Persia telah pula mengalami kemunduran seperti agama Masehi dalam Imperium Rumawi.  Kalau dalam agama Majusi menyembah api itu merupakan gejala yang paling menonjol, maka yang berkenaan dengan dewa kebaikan dan kejahatan pengikut2nya telah berpecah-belah juga menjadi golongan2 dan sekta2 pula.  Tapi disini bukan tempatnya menguraikan semua itu.  Sungguhpun begitu kekuasaan politik Persia tetap kuat juga.  Polemik keagamaan tentang lukisan dewa serta adanya pemikiran bebas yang tergambar dibilik lukisan itu, tidaklah mempengaruhinya.  Golongan2 agama yang berbeda-beda itu semua berlindung dibawah raja Persia.  Dan yang lebih memperkuat pertentangan itu ialah kerana memang sengaja digunakan sebagai suatu cara supaya satu dengan yang lain saling berpukulan, atas dasar kekuatiran, bila salah satunya menjadi kuat, maka Raja atau salah satu golongan itu akan  memikul akibatnya.

Kedua kekuatan yang sekarang sedang berhadap-hadapan itu ialah, kekuatan Kristen dan kekuatan majusi, kekuatan Barat berhadapan dengan kekuatan Timur.  Bersamaan dengan itu kekuasaan2 kecil yang berada dibawah pengaruh  kedua kekuatan itu, pada awal abad keenam berada disekitar jazirah Arab.  Kedua kekuatan itu masing2 mempunyai hasrat ekspansi dan penjajahan.  Pemuka2 kedua agama itu masing2 berusaha sekuat tenaga akan menyebarkan agamanya ke atas kepercayaan agama lain yang sudah dianutnya.  Sungguhpun demikian jazirah itu tetap seperti sebuah oasis yang kekar tak sampai terjamah oleh peperangan, kecuali pada beberapa tempat di bahagian pinggir saja, juga tak sampai terjamah oleh penyebaran agama2 Masehi atau Majusi, kecuali sebahagian kecil saja pada beberapa kabilah.  Gejala demikian ini dalam sejarah kadang tampak aneh kalau tidak kita lihat letak dan iklim jazirah itu serta pengaruh keduanya terhadap kehidupan penduduknya, dlam aneka macam perbedaan dan persamaan serta kecenderungan hidup mereka masing2.

Jazirah Arab bentuknya memanjang dan tidak parallelogram.  Ke sebelah utara Palestina dan padang Syam, kesebelah timur Hira.  Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk Persia, kesebelah selatan Samudera Indonesia dan Teluk Aden, sedang kesebelah barat Laut Merah.  Jadi, dari sebelah barat dan selatan daerah ini dilingkungi lautan, dari urata padang sahara dan dari timur padang sahara dan Teluk Persia.  Akan tetapi bukan rintangan itu saja yang telah melindungi dari serangan dan penyerbuan penjajahan dan penyebaran agama, melainkan juga kerana jaraknya yang berjauh-jauhan.  Panjang semenanjung itu melebihi seribu kilometer, demikian juga luasnya sampai seribu kilometer pula.  Dan yang lebih2 lagi melindunginya ialah tandusnya daerah ini yang luarbiasa hingga semua penjajah merasa enggan melihatnya.  Dalam daerah yang seluas itu sebuah sungaipun tak ada.  Musim hujan akan dapat dijadikan pegangan dalam mengatur sesuatu usaha juga tidak menentu.  Kecuali daerah Yaman yang terletak disebelah selatan yang sangat subur tanahnya dan cukup banyak hujan turun, wilayah Arab lainnya terdiri dari gunung2, dataran tinggi, lembah2 tandus serta alam yang gersang.  Tak mudah orang akan dapat tinggal menetap atau akan memperolehi kemajuan.  Samasekali hidup di daerah itu tidak menarik selain hidup mengembara terus-menerus dengan mempergunakan unta sebagai kapalnya di tengah2 lautan padang pasir itu, sambil mencari padang hijau untuk makanan ternaknya, beristirahat sebentar sambil menunggu ternak itu menghabiskan makanannya, sesudah itu berangkat lagi mencari padang hijau baru ditempat lain.  Tempat2 berternak yang dicari oleh orang2 badwi jazirah biasanya disekitar mata air yang menyumber dari bekas air hujan, air hujan yang turun dari celah2 batu didaerah itu.  Dari situlah tumbuhannya padang hijau yang tersesak disana sini dalam wahah2 yang berada disekitar mata air.

 
Bahan rujukan:
ditukil dari kitab Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Karangan Dr. Muhammad Husain Haekal

Posted at 12:29:33 am by semisaku
Comment (1)  




Tuesday, August 23, 2005
SEJARAH HIDUP NABI MUHAMMAD S.A.W. - Bahagian Pertama (ms 3)

BAHAGIAN PERTAMA

ARAB PRA-ISLAM

Mazhab-mazhab agama Masehi ini mulai pecah-belah.  Dari zaman ke zaman mazhab2 itu telah terbagi-bagi ke dalam sekta2 dan golongan2.  Setiap golongan mempunyai pandangan dan dasar2 agama sendiri yang bertentangan dengan golongan lainnya.  Pertentangan2 antara golongan2 satu sama lain kerana perbedaan pandangan itu telah mengakibatkan adanya permusuhan pribadi yang terbawa oleh kerana moral dan jiwa yang sudah lemah, sehingga cepat sekali ia berada dalam ketakutan, mudah terlibat dalam fanatisma yang buta dan dalam kebekuan.  Pada masa2 itu, diantara golongan2 masehi itu ada yang mengingkari bahwa Isa mempunyai jasad disamping bayangan yang tampak pada manusia, ada pula yang mempertautkan secara rohaniah antara jasad dan ruhnya sedemikian rupa sehingga memerlukan khayal dan pikiran yang begitu rumit untuk dapat menggambarkannya, dan disamping itu ada pula yang mau menyembah Mariam, sementara yang lain menolak pendapat bahwa ia tetap perawan sesudah melahirkan Almasih.

Terjadinya pertentangan antara sesama pengikut2 Isa itu adalah peristiwa yang biasa terjadi pada setiap umat dan zaman, apabila ia sedang mengalami kemunduran; soalnya hanya terbatas pada teori kata2 dan bilangan saja, dan pada tiap kata dan tiap bilangan itu ditafsirkan pula dengan bermacam-macam arti, ditambah dengan rahasia2, ditambah dengan warna-warni khayal yang sukar diterima akal dan hanya dapat dikunyah oleh perdebatan2 sophisma yang kaku saja.

Salah seorang pendeta gereja berkata, "Seluruh penjuru kota itu diliputi oleh perdebatan.  Orang dapat melihatnya dlam pasar2, ditempat2 penjual pakaian, penukaran uang, pedagang makanan.  Jika asa orang bermaksud hendak menukar sekeping emas, ia akan terlibat ke dalam suatu perdebatan tentang apa yang diciptakan dan apa yang bukan diciptakan.  Kalau ada orang hendak menawar harga roti maka akan dijawabnya; Bapa lebih besar dari putera dan putera tunduk kepada Bapa.  Bila ada orang yang bertanya tentang kolam mandi adakah airnya hangat, maka pelayannya akan segera menjawab, "Putera telah diciptakan dari yang tak ada". 

Tetapi kemunduran yang telah menimpa agama Masehi sehingga ia pecah-belah kedalam golongan2 dan sekta2 itu dari segi politik tidak begitu besar pengaruhnya terhadap Kerajaan Rumawi.  Kerajaan itu tetap kuat dan kukuh.  Golongan2 itupun tetap hidup dibawah naungannya dengan tetap adanya semacam pertentangan tapi tidak sampai orang melibatkan diri ke dalam polemik teologi atau sampai memasuki pertemuan2 semacam itu yang pernah diadakan guna memecahkan sesuatu masalah.  Suatu keputusan yang pernah diambil oleh suatu golongan tidak sampai mengikat golongan yang lain.  Dan Kerajaan pun telah pula melindungi semua golongan itu dan memberi kebebasan kepada mereka mengadakan polemik, yang sebenarnya telah menambah kuatnya kekuasaan Kerajaan dalam bidang administrasi tanpa mengurangi penghormatannya kepada agama.  Setiap golongan jadinya bergantung kepada belas kasihan penguasa, bahkan ada dugaan bahwa golongan itu menggantungkan diri kepada adanya pengakuan pihak yang berkuasa itu.

 
Bahan rujukan:
ditukil dari kitab Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Karangan Dr. Muhammad Husain Haekal

Posted at 12:12:08 am by semisaku
Comments (4)  




Tuesday, July 12, 2005
SEJARAH HIDUP NABI MUHAMMAD S.A.W. - Bahagian Pertama (ms 2)

BAHAGIAN PERTAMA

ARAB PRA-ISLAM

Setelah datang ijin Tuhan kepadanya supaya ia membimbing umat di tengah2 Firaun yang berkata kepada rakyatnya: ‘Akulah tuhanmu yang tertinggi’, ia pun berhadapan dengan Firaun sendiri dan tukang2 sihirnya, sehingga akhirnya terpaksa ia bersama-sama orang2 Israil yang lain pindah ke Palestine.  Dan di Palestine ini pula dilahirkan Isa, Ruh dan Firman Allah yang ditiupkan kedalam diri Mariam.  Setelah Tuhan menarik kembali Isa putera Mariam, murid2nya kemudian menyebarkan agama Nasrani yang dianjurkan Isa itu.  Mereka dan pengikut2 mereka mengalami bermacam-macam penganiayaan.  Kemudian setelah dengan kehendak Tuhan agama ini tersebar, datanglah Maharaja Rumawi yang menguasi dunia ketika itu, membawa panji agama Nasrani.  Seluruh Kerajaan Rumawi kini telah menganut agama Isa.  Tersebarlah agama ini di Mesir, di Syam (Suria-Libanon dan Palestina) dan Yunani, dan dari Mesir menyebar pula ke Ethiopia.  Sesudah itu selama beberapa abad kekuasaan agama ini semakin kuat juga.  Semua yang berada dibawah panji Kerajaan Rumawi dan yang ingin mengadakan persahabatan dan hubungan baik dengan Kerajaan ini, berada dibawah panji agama Masehi itu.

Berhadapan dengan agama Masehi yang tersebar dibawah panji dan pengaruh Rumawi itu berdiri pula kekuasaan agama Majusi di Persia yang mendapat dukungan moril di Timur Jauh dan di India.  Selama beberapa abad itu Asiria dan Mesir yang membentang sepanjang Funisia, telah merintangi terjadinya suatu pertarungan langsung antara kepercayaan dan peradaban Barat dengan Timur.  Tetapi dengan masuknya Mesir dan Funisia kedalam lingkungan Masehi telah pula menghilangkan rintangan itu.  Paham Masehi diBarat dan Majusi di Timur sekarang sudah berhadap-hadapan muka.  Selama beberapa abad berturut-turut, baik Barat maupun Timur, dengan hendak menghormati agamanya masing2, yang sedianya berhadapan dengan rintangan alam, kini telah berhadapan dengan rintangan moril, masing2 merasa perlu dengan sekuat tenaga berusaha mempertahankan kepercayaannya, dan satu sama lain tidak saling mempengaruhi kepercayaan atau peradabannya, sekalipun peperangan antara meraka itu berlangsng terus-menerus sampai sekian lama.

Akan tetapi, sekalipun Persia telah dapat mengalahkan Rumawi dan dapat menguasai Syam dan Mesir dan sudah sampai pula diambang pintu Bizantium, namun tak terfikir oleh raja2 Persia akan menyebarkan agama Majusi atau menggantikan tempat agama Nasrani.  Bahkan pihak yang kini berkuasa itu malahan menghormati kepercayaan orang yang dikuasainya.  Rumah2 ibadat mereka yang sudah hancur akibat perang dibantu pula membangun kembali dan dibiarkan mereka bebas menjalankan upacara2 keagamaannya.  Satu-satunya yang diperbuat pihak Persia dalam hal ini hanyalah mengambil Salib Besar dan dibawanya kenegerinya.  Bilamana kelak kemenangan itu berganti berada dipihak Rumawi Salib itupun diambilnya kembali dari tangan Persia.  Dengan demikian peperangan rohani diBarat itu tetap di Barat dan di Timur tetap di Timur.  Dengan demikian rintangan moril tadi sama pula dengan rintangan alam dan kedua kekuatan tiu dari segi rohani tidak saling berbenturan.

Keadaan serupa itu berlangsung terus sampai abad keenam.  Dalam pada itu pertentangan antara Rumawi dengan Bizantium makin meruncing.  Pihak Rumawi, yang benderanya berkibar dibenua Eropa sampai ke Gaul dan Kelt di Inggeris selama beberapa generasi dan selama zaman Julius Caesar yang dibanggakan dunia dan tetap dibanggakan, kemegahannya itu berangsur-angsur telah mulai surut, sampai akhirnya, Bizantium memisahkan diri dengan kekuasaan sendiri pula, sebagai ahliwaris Kerajaan Rumawi yang menguasai dunia ini.  Puncak keruntuhan Kerajaan Rumawi ialah tatkala pasukan Vandal yang buas itu datang menyerbunya dan mengambil kekuasaan pemerintahan ditangannya.  Peristiwa ini telah menimbulkan bekas yang dalam pada agama Masehi yang tumbuh dalam pankuan Kerajaan Rumawi.  Mereka yang sudah beriman kepada Isa itu telah mengalami pengorbanan2 besar, berada dalam ketakutan dibawah kekuasaan Vandal itu.

Bahan rujukan:
ditukil dari kitab Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Karangan Dr. Muhammad Husain Haekal

Posted at 3:43:10 am by semisaku
Make a comment  




Tuesday, July 05, 2005
SEJARAH HIDUP NABI MUHAMMAD S.A.W. - Bahagian Pertama (ms 1)

BAHAGIAN PERTAMA

ARAB PRA-ISLAM

Sumber peradaban pertama – Agama yahudi dan Kristen – Sekta-sekta Kristen dan Pertentangannya – Majusi Persia di Jazirah Arab – Jalan-jalan kalifah – Yaman dan peradabannya – Sebabnya Jazirah bertahan pada paganisma.

Penyelidikan mengenai sejarah peradaban manusia dan dari mana pula asal usulnya, sebenarnya masih ada hubungan nya dengan zaman kita sekarang ini.  Penyelidikan demikian sudah lama menetapkan, bahwa sumber peradaban itu sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu adalah Mesir.  Zaman sebelum itu dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah.  Oleh kerana itu sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah.  Sarjana-sarjana ahli purbakala (arkelogi) kini kembali mengadakan penggalian2 di Irak dan Suria dengan maksud mempelajari soal2 peradaban Asiria dan Funisia serta menentukan zaman permulaan daripada kedua macam peradaban itu: adakah ia mendahului peradaban Mesir masa Firaun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul masa itu dan terpengaruh kerananya?

Apapun juga yang telah diperoleh sarjana2 arkelogi dalam bidang sejarah itu, samasekalai tidak akan mengubah sesuatu dari kenyataan yang sebenarnya, yang dalam penggalian benda2 kuno Tiongkok dan Timur Jauh belum memperlihatkan hasil yang berlawanan.  Kenyataan ini adalah bahwa sumber peradaban pertama – baik di Mesir, Funisia atau Asiria – ada hubungannya dengan Laut Tengah; dan bahwa Mesir adalah pusat yang paling menonjol membawa peradaban itu ke Yunani atau Rumawi, dan bahwa peradaban dunia sekarang, masa hidup kita sekarang ini, masih erat sekali hubungannya dengan peradaban pertama itu.

Apa yang pernah diperlihatkan oleh Timur Jauh dalam penyelidikan tentang sejarah peradaban, tidak pernah memberi pengaruh yang jelas terhadap pengembangan peradaban2 Fira’un, Asiria atau Yahudi, juga tidak pernah mengubah tujuan dan perkembangan peradaban2 tersebut.  Hal ini baru terjadi sesudah ada akulturasi dan saling-hubungan dengan peradaban Islam.  Disinilah proses saling pengaruh-mempengaruhi itu terjadi, proses asimilasi yang sudah sedemikian rupa, sehingga pengaruhnya terdapat pada peradaban dunia yang menjadi pegangan umat manusia dewasa ini.

Peradaban2 itu sedah begitu berkembang dan tersebar kepantai2 Laut Tengah atau disekitarnya, diMesir, diAsiria dan Yunani sejak ribuan tahun yang lalu, yang sampai saat ini perkembangannya tetap dikagumi dunia: perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan dan dalam segala bidang kegiatan manusia.  Tetapi, semua peradaban itu, sumber dan pertumbuhannya, selalu berasal dari agama.  Memang benar bahwa sumber itu berbeda-beda antara kepercayaan trinitas Mesir Purba yang tergambar dalam Osiris, Isis dan Horus, yang memperlihatkan kesatuan dan penjelmaan hidup kembali dinegarinya serta hubungan kekalnya hidup dari bapa kepada anak, dan antara paganisma Yunani dalam melukiskan kebenaran, kebaikan dan keindahan yang bersumber dan tumbuh dari gejala2 alam berdasarkan pancaindera; demikian sesudah itu timbul perbedaan2 yang dengan penggambaran semacam itu dalam pelbagai zaman kemunduran itu telah mengantarkannya kedalam kehidupan duniawi.  Akan tetapi sumber semua peradaban itu tetap membentuk perjalanan sejarah dunia, yang begitu kuat pengaruhnya sampai saat kita sekarang ini, sekalipun peradaban demikian hendak mencoba melepaskan diri dan melawan sumbernya sendiri itu dari zaman ke zaman.  Siapa tahu, hal yang serupa kelak akan hidup kembali.

Dalam lingkungan masyarakat ini, yang menyandarkan peradabannya sejak ribuan tahun kepada sumber agama, dalam lingkungan itulah dilahirkan para rasul yang membawa agama2 yang kita kenal sampai saat ini.  DiMesir dilahirkan Musa, dan dalam pengkuan Firaun ia dibesarkan dan diasuh, dan ditangan para pendeta dan pemuka2 agama kerajaan itu ia mengetahui keesaan Tuhan dan rahasia2 alam.


Bahan rujukan:
ditukil dari buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad
Karangan Dr. Muhammad Husain Haekal

Posted at 5:47:27 pm by semisaku
Comment (1)  




Monday, June 13, 2005
Puisi Cinta Dan Al Quran.

Image hosted by Photobucket.com

PUISI CINTA DAN AL QURAN.

Aku tahu
PUISI CINTA tidak kemana-mana
PUISI CINTA tidak ada apa-apa
PUISI CINTA tunduk dan malu
dihadapan kemuliaan AL QURAN.

Apalah ada pada PUISI CINTA
kalau dibandingkan dengan AL QURAN.

Aku juga tahu
kalau seluruh hayat ku
ku tumpahkan tenaga
buat menulis PUISI CINTA...
atau apa saja tulisan
namun...
maseh juga tidak mampu
menandingi kehebatan AL QURAN.

PUISI CINTA hancur dihadapan AL QURAN
PUISI CINTA lemah dihadapan AL QURAN
PUISI CINTA tunduk dihadapan AL QURAN
PUISI CINTA tidak berharga dihadapan AL QURAN.

Aku juga sedar
sekurang-kurangnya
tulisan PUISI CINTA ku
akan dapat mendorong ku
dan memimpin ku
kepada...
cinta AL QURAN.

Posted at 12:42:59 pm by semisaku
Comments (4)  




Saturday, May 21, 2005
Fadilat membaca Al Quran.

Image hosted by Photobucket.com

Disini akan diisikan sedikit keterangan tentang fadilat dan keutamaan membaca Al Quran buat pengetahuan sesiapa sahaja yang ingin memperbanyakkan ibadat membaca Al Quran mereka kepada Allah S.W.T.

1. Pembaca Al Quran akan ditempatkan didalam shaf orang2 besar dan utama dan tinggi.

2. Pembaca Al Quran, memperolehi beberapa kebajikan dari SETIAP HURUF yang dibacanya dan bertambah2 derajatnya disisi Allah sebanyak kebajikan yang diperolehinya.

3. Pembaca Al Quran dinaungi dengan payungan rahmat , dikelilingi oleh para2 malaikat dan diturunkan Allah kepadanya ketenangan dan kewaspadaan.

4. Pembaca Al Quran digemilangkan hatinya oleh Allah dan dipelihara dari kegelapan.

5. Pembaca Al Quran diharumkan baunya, disegani dan dicintai oleh orang2 soleh. Apabila si pembaca Al Quran itu memperbaguskan bacaannya dan hafalannya, maka ia dapat mencapai derajat malaikat.

6. Pembaca Al Quran tidak akan merasa susah hati pada hari kiamat kerana ia sentiasa dalam pemeliharaan dan penjagaan Allah.

7. Pembaca Al Quran memperolehi kedudukan yang tinggi didalam shurga.

8. Pembaca Al Quran memperolehi kemulian dan diberikan rahmat kepada ibu dan bapanya.

9. Pembaca Al Quran memperolehi derajat yang diinginkan oleh orang2 soleh.

10. Pembaca Al Quran ditemani dan dikelilingi oleh para2 malaikat yang semuanya mendoakan dan memohonkan ampunan dan derajat yang tinggi baginya.

11. Pembaca Al Quran terlepas dari kesusahan2 diakhirat.

12. Pembaca Al Quran termasuk orang yang dekat kepada Allah dan merada dalam rombongan orang2 yang mengiringi Allah didalam shurga.

Bahan rujukan...
ditukil dari kitab pedoman zikir dan doa...
Karangan Prof. Dr. Tm Hasbi Ash Shiddieqy.

Posted at 3:13:26 pm by semisaku
Make a comment  




Thursday, April 28, 2005
Tilawah Al Quran - Fadilat dan Keutamaannya.

Image hosted by Photobucket.com

Dibawah ini aku kumpulkan sedikit dalil2 hadith tentang FADILAT dan KEUTAMAAN MEMBACA AL QURAN yang telah aku salin dari beberapa buah kita seperti kita DURRATUN NASIHIN. KITAB FIQH IMAM SYAFII, KITAB IHYA’ ULUMUDDIN IMAM GHAZALI, KITAB RAYADHUS SHALIHIN IMAM NAWAWI DAN KITAB AL AZKAR IMAM AN NAWAWI dan lain2...

Sila rujuk kitab2 tersebut untuk mendapatkan maklumat yang lebeh jelas dan lebeh tepat.
Semoga semua peminat2 Al Quran, peminat2 LAGU AL QURAN, peminat2 TARANUM AL QURAN dan peminat QARI2 MESIR dapat membuat rujukan diatas dalil2 tersebut sebagai satu motivasi kearah suka beramal TILAWAH AL QURAN.


(1) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa disibukkan oleh AlQuran(membaca)
dan zikir kepada Ku , maka Aku anugerahkan kepadanya seutama-utamanya kedudukan yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta dan keutamaan Kalam Allah(Al Quran) itu di atas segala ucapan itu seperti keutamaan Allah diatas sekelian makhluk-Nya.”


(2)Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
Pada malam saya di Isra’kan, saya mendengar Al-Haq: “Ya Muhammad, suruhlah umatmu memuliakan 3 kelompok manusia - Orang tuanya, Orang-orang yang alim dan Orang yang hafal Al Quran.
Ya Muhammad, pertakutkan mereka daripada kemarahan serta penghinaan di antara mereka , kerana Aku sangat murka kepada orang yang membuat mereka marah.
Ya Muhammad, ahli Al Quran adalah ahli-Ku dan telah Aku ciptakan mereka bersamamu di dunia sebagai penghormatan untuk penghuni dunia dan seandainya tidaklah kerena Al Quran itu terpelihara di dada mereka , niscaya rusak binasalah penduduk dunia.
Ya Muhammad, apabila orang-orang yang hafal Al Quran itu meninggal dunia, maka menangislah langit Ku, bumiKu dan para malaikatKu.
Ya Muhammad, sesungguhnya sorga itu merindukan 3 kelompok iaitu - Engkau, Dua Sahabatmu yaitu Abu Bakar dan Umar r.a dan orang-orang yang hafal Al Quran.”


(3) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Tiadalah diantara yang memberi syafa’at yang lebih utama kedudukannya pada Allah Ta’ala, dari pada Al Quran. Tidak nabi, tidak malaikat dan tidak lainnya”.


(4) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Kalau adalah Al Quran itu dalam kulit yang tidak di samak . Niscaya dia tidak disentuhkan api”.


(5) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Yang terutama ibadah umatku , ialah TILAWAH AL QURAN.”


(6) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla membaca Surah Thaha dan Surah Yassin sebelum Dia menjadikan makhluk seribu tahun. Maka tatkala para malaikat mendengar Al Quran, lalu mereka mengatakan “Berbahagialah umat yang di turunkan ini kepada mereka! Berbahagialah hati yang menghafalkan ini! Berbahagialah lidah yang menuturkan dengan ini (membaca Al Quran).”


(7) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Yang terbaik diantara kamu, ialah barangsiapa yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.”


(8) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Berfirman Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi - Barangsiapa mengunakan waktunya untuk membaca Al Quran, daripada berdoa dan meminta kepada Ku, niscaya Aku berikan kepadanya, pahala yang lebih utama daripada orang-orang yang bersyukur.”


(9) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Tiga golongan pada hari kiamat diatas bukit kecil dari kesturi hitam, tiada menyusahkan mereka oleh kegundahan dan tiada menimpa akan mereka oleh hisab amalan, sehingga diselesaikan apa yang diantara manusia iaitu - orang yang membaca Al Quran kerana mengharap wajah Allah ‘Azza Wa Jalla dan orang yang mengimami suatu kaum dan kaum itu suka kepadanya.”


(10) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Ahli Quran ialah ahli Allah dan orang-orang yang dikhususkan olehNya”


(11) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Bahwa hati itu berkarat, seperti berkaratnya besi”. Lalu orang bertanya:” Wahai Rasulullah! Bagaimanakah membersihkannya?”.Maka menjawab Nabi S.A.W. “Membaca Al Quran dan mengingati mati”.


(12) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Lebih bersangatanlah perhatian Allah kepada pembaca Al Quran daripada orang yang mempunyai penyanyi kepada penyanyinya.”


(13) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Bacalah Al Quran dan janganlah tertipu kamu oleh mashhaf-mashhaf yang bergantungan itu. Sesungguhnya Allah Taa’la tiada mengazabkan hati, yang menjadi karung Al Quran”.


(14) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Apabila kamu menghendaki ilmu pengetahuan, maka bacalah Al Quran! Sesungguhnya Al Quran itu adalah ilmu orang-orang dahulu dan orang-orang kemudian.”


(15) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Bacalah Al Quran! Sesungguhnya kamu diberikan pahala dengan tiap-tiap huruf daripadanya sepuluh kebaikan. Sesungguhnya aku tiada mengatakan satu huruf itu alif-lam-min, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan min satu huruf.”


(16) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Tiadalah bertanya kamu tentang dirinya melainkan tentang Al Quran. Kalau ia mencintai dan mena’jubkannya akan Al Quran maka dia mencintai akan Allah S.W.T dan RasulNya S.A.W. Kalau ia memarahi akan Al Quran mak dia itu memarahi akan Allah S.W.T dan RasulNya.”


(17)Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Tiap-tiap ayat dalam Al Quran adalah satu derajat dalam sorga dan satu lampu dalam rumahmu”.


(18) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Barangsiapa membaca Al Quran niscaya masuklah kenabian (nubuwwah) di antara kedua lembungnya. Hanya tidak di turunkan wahyu kepadanya.”


(19) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Sesungguhnya rumah yang dibacakan padanya Al Quran niscaya lapanglah penghuni rumah itu, banyaklah kebajikannya, datanglah kepadanya malaikat dan keluarlah daripadanya setan-setan. Dan sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan padanya Al Quran niscaya sempitlah penghuninya, sedikitlah kebajikannya, keluarlah daripadanya malaikat dan datanglah setan-setan”.


(20) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Tidaklah dari golongan kami, orang yang tiada berlagu dengan Al Quran”


(21) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Hiasilah Al Quran dengan suaramu!”


(22) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“ Tiada di izinkan oleh Allah untuk sesuatu sebagaimana izinNya untuk membaguskan suara dengan Al-Qur’an.”


(23) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat oleh sebab Al Quran ini bagi beberapa kaum dan dengan Al Quran ini pula Dia (Allah) merendah kaum yang lainnya”.


(24) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Bacalah olehmu sekelian akan Al Quran kerana sesungguhnya Al Quran itu akan menjadi penolong bagi para pembacanya di hari kiamat.”


(25) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“ Barangsiapa membaca Al Quran kemudian ia melihat bahawa ada orang yang diberikan lebih utama daripada yang diberikan kepadanya(AL Quran).... maka sesungguhnya ia telah mengecilkan apa yang diagungkan oleh Allah Ta’ala”


(26) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Barangsiapa mengharapkan bertemu dengan Allah maka hendaklah dia memuliakan ahliNya,” Rasulullah di tanya: “Apakah Allah mempunyai ahliNya?” Beliau menjawab ”Ya, ada.” Rasullah ditanya “Siapakah mereka itu?" Beliau menjawab: “Ahlinya Allah di dunia ini adalah orang-orang yang membaca Al Quran dan ketahuilah barangsiapa memuliakan mereka maka sesungguhnya dia dimuliakan Allah dan diberi sorga dan barangsiapa menghina mereka maka dia dihinakan Allah dan dimasukkan ke dalam neraka.”
“Hai Abu Hurairah, tidak ada di sisi Allah orang yang lebih mulia daripada pengajar Al Quran, sesungguhnya orang-orang yang mengajarkan Al Quran itu di sisi Allah lebih mulia dari sesiapapun kecuali para Nabi.”


(27) Berdoa Nabi Muhammad S.A.W setelah selesai pembacaan Al Quran -
“Ya Allah Tuhan ku! Berikan aku rahmat dengan Al Quran dan jadikanlah dia bagiku imam, nur, hidayah dan rahmat! Ya Allah Tuhanku! Ingatlah aku daripadanya akan apa yang aku lupa dan ajarilah aku daripadanya akan apa yang tiada aku ketahui! Dan anugerahilah aku akan tilawahnya pada tiap malam dan tiap hari. Dan jadikan Al Quran dalil (hujjah) bagiku. Wahai Tuhan Seru sekelian alam.”


(28) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W kepada Ibnu Mas’ud -
“Bacakanlah kepadaku!” Menjawab Ibnu Mas’ud “Wahai Rasulullah! Aku bacakan kepadamu, padahal kepadamu diturunkan?” Menjawab Nabi S.A.W “Aku suka mendengarnya dari bukan aku sendiri”. Maka Ibnu Mas’ud membacanya dan kedua mata Rasulullah S.A.W basah kuyup dengan air mata.


(29) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Barangsiapa mendengar suatu ayat dari kitab Allah ‘Azza wa Jalla (Al Quran)...niscaya ayat itu menjadi nur baginya pada hari kiamat.”


(30) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Sebaik-baik suara manusia dengan Al Quran, ialah apabila engkau mendengar ia membaca, niscaya engkau melihat ia takut (Khyusuk) akan Allah Ta’ala.”



(31) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Barangsiapa membaca Al Quran kurang dari 3 kali, niscaya ia tiada memahami akan Al Quran itu.”

(32) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Yang berhak menjadi imamnya sesuatu kaum waktu salat ialah yang terbaik bacaannya terhadap kitabullah Al Quran. Jikalau semua jemaah di situ sama baiknya dalam membaca Kitabullah, maka yang terpandai dalam As-Sunnah – Hadith. Jikalau semua sama pandai dalam As-Sunnah, maka yang terdahulu hijrahnya. Jikalau dalam hijrahnya sama dahulunya, maka yang tertua usianya.”


(33) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Pekerjaan yang lebih berhak kamu menerima upahnya, ialah mengajarkan kitab Allah Ta’ala.(AL Quran)”


(34) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Barangsiapa pergi pada suatu jalan dengan tujuan menuntut ilmu termasuk di dalamnya segala macam disiplin ilmu dari ilmu-ilmu Al Quran, sedikit ataupun banyak, maka Allah memudahkannya jalan ke sorga.


(35) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Orang mukmin yang membaca Al Quran harumnya ibarat buah citrun yang harum baunya dan lazat rasanya, sementara orang mukmin yang tidak dapat membaca Al Quran itu saperti kurma, tidak berbau tapi rasanya manis, sementara orang munafiq yang membaca Al Quran itu saperti bunga pohon “Raihaanat”(pohon yang bunganya harum tapi pahit)....yang baunya enak sedangkan rasanya pahit dan orang munafiq yang tidak dapat membaca Al-Qur’an itu ibarat buah labu yang pahit, tidak berbau dan rasanya pahit”


(36) Bersabda Nabi Muhammad S.A.W :
“Orang yang membaca Al Quran, apabila telah datang hari kiamat, maka Allah berseru: “Hai Jibril, serulah oleh mu di padang Mahsyar.”Ketahuilah, barangsiapa yang membaca Al Quran hendaklah dia berdiri.” Maka Jibril berseru dua, tiga kali, kemudian mereka itu semua berdiri (yang membaca Al Quran di dunia) di hadapan Allah Yang Maha Rahman dengan berbaris dan
tidak seorang pun yang berkata-kata dari mereka itu, sampai Nabi Daud a.s berdiri. Maka Allah berfirman: “Bacalah oleh mu semua Al Quran dan keraskan suaramu.” Maka mereka masing-masing membaca Al Quran yang diilhamkan Allah Ta’ala. Tiap-tiap orang yang membacanya diangkat derajatnya sesuai dengan keindahan suara, nada dan kekhusyukkan. ”Hai para ahli-Ku, tahukah kamu sekelian, orang yang paling perlakuannya kepadamu saat didunia?. Mereka menjawab: “Tentu, Ya Tuhan kami.” Allah Ta’ala berfirman “Pergilah kamu sekelian ke padang Mahsyar, maka barangsiapa dia kamu temui (lihat) boleh masuk sorga bersama-sama denganmu.”


SEKIAN...
Semoga dengan tukilan dalil2 hadith diatas itu akan dapat memberi kita semangat dan perangsang supaya ber TILAWAH AL QURAN seisi keluarga. Inshaallah.

Posted at 8:49:47 am by semisaku
Make a comment  




Tuesday, April 26, 2005
Qari Mesir dan Fadilat.

Image hosted by Photobucket.com

Disini aku muatkan sedikit keterangan buat pembaca Al Quran dan juga buat peminat2 QARI MESIR serta peminat2 LAGU AL QURAN sebagai pedoman bersama.

Allah SWT telah berfirman....
"Barang siapa yang disibukkan oleh Al-
Quran dan berzikir kepada-Ku hingga ia tidak sempat meminta kepada-
Ku, maka Aku akan memberinya pemberian yang lebih utama dari apa
yang pernah Kuberikan kepada orang-orang yang meminta." Keutamaan
Kalamullah di atas kalam lain-Nya sama dengan keutamaan Allah di
atas makhluk-Nya."

Saidina Ali k.w menceritakan hadits berikut...
bahwa Nabi SAW pernah bersabda: "Barang siapa yang membaca Al-Quran
dan menghafalnya di luar kepala, lalu ia menghafalkan apa yang
dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah
akan memasukkannya ke dalam surga berkat Al-Quran, dan Allah
mengizinkannya memberi syafaat kepada sepuluh orang di antara
keluarganya yang semuanya harus masuk neraka.

Abu Umamah r.a menceritakan hadits berikut...
bahwa Nabi SAW pernah bersabda: "Allah belum pernah memberikan suatu amal kepada seorang hamba dengan pahala yang lebih baik selain dari salat dua rakaat
yang dijalankannya. Sesungguhnya kebajikan ditaburkan di atas kepala
seorang hamba selagi ia dalam salat nya. Dan tiada suatu amal
taqarub pun kepada Allah dilakukan oleh hamba-hamba-Nya yang lebih
baik selain dari (membaca) apa yang keluar dari-Nya, yakni Al-Quran."

Ibnu Abbas r.a menceritakan hadits berikut: "Seorang lelaki
bertanya, "Wahai Rasulullah, amal apakah yang lebih disukai oleh
Allah ?" Nabi SAW menjawab, "Orang yang telah selesai lalu
memulainya lagi. "Lelaki itu bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan
orang yang telah selesai lalu memulainya lagi?" Nabi SAW,
menjawab, "Yaitu orang yang membaca Al-Quran dari awal hingga
akhirnya, manakala telah selesai, ia memulai bacaannya lagi dari
pertama."

Al-Harits Al-A'war menceritakan hadits berikut...
"Ketika aku lewat dimasjid, ternyata orang-orang sedang membicarakan hadits-hadits, lalu
aku masuk menemui Khalifah Ali k.w dan kukatakan kepadanya, "Wahai
Amirul Mu'minin, tidakkah engkau melihat bahwa orang-orang sedang
mendalami hadits-hadits ?" Ali k.w menjawab, "Mereka biasa melakukan
hal itu."

Aku berkata,"Memang benar." Khalifah Ali k.w mengatakan, "Adapun aku
pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah, sesungguhnya
kelak akan terjadi fitnah." Aku bertanya, "Bagaimanakah jalan
keluarnya wahai Rasulullah ?"

Rasul menjawab,"Kitabullah, di dalamnya terkandung cerita apa yang
telah terjadi sebelum kamu dan berita apa yang akan terjadi
sesudah kamu, serta hukum untuk memutuskan apa yang terjadi
diantara kamu. Al-Quran adalah hukum pemisah yang bukan gurauan.
Barang siapa yang meninggalkannya(membaca)karena keangkuhannya, niscaya
Allah akan membinasakannya. Dan barang siapa yang mencari petunjuk
pada selain-Nya, maka Allah akan menyesatkannya, Al-Quran adalah
TALI Allah yang kuat, Al-Quran adalah bacaan yang penuh dengan
hikmah, Al-Quran adalah jalan yang lurus, Al-Quranlah yang membuat
hawa nafsu tidak menyimpang".

Al-Quran tidak bercampur baur dengan lisan-lisan lainnya, dan para
ulama tidak pernah kenyang darinya serta tidak membosankan sekalipun
dibaca berulang-ulang, dan keajaiban-keajaibannya tidak pernah
habis. Al-Quranlah yang membuat jin merasa kagum, dan ketika pertama
kali mendengarnya jin mengatakan, "Sesungguhnya kami telah mendengar
bacaan yang menakjubkan (Al-Quran) yang memberi petunjuk ke jalan
yang benar. Barang siapa yang mengatakannya, diberi pahala. Barang
siapa yang memutuskan (perkara) dengannya, ia berbuat adil, dan
barang siapa yang menyeru kepadanya, ia mendapat petunjuk ke jalan
yang lurus. Ambillah pesan ini olehmu, hai A' war." ( Hadits ini dan
hadits keenam sebelumnya diriwayatkan Tirmidzi ).

Berikut ini adalah hadits-hadits yang memperingatkan kita lagi agar
jangan melupakan untuk MEMBACA Al-Quran:

Abdullah Ibnu Mas'ud r.a meceritakan bahwa Nabi SAW pernah bersabda..
"Seburuk-buruknya seseorang di antara mereka ialah yang mengatakan,"Aku lupa ayat ini
dan itu," tetapi sebenarnya dia melupakannya. Hafalkanlah Al-Quran,
karena sesungguhnya Al-Quran itu lebih cepat perginya dari dada kaum
lelaki daripada unta (yang terikat)." (HR. Syaikhan dan Tirmidzi).

Aku akan tambahkan lagi dalil2 dari kitab2 yang mashur dimasa akan datang untuk kawan2 dan mereka2 yang suka MEMBACA al Quran dan berkumpul kerana membacanya sebagai kekuatan iman, keyakinan dan azam untuk beramal kerana Allah. Inshaalah.

Posted at 8:51:23 am by semisaku
Comments (4)  




Next Page

Aku akan mengumpul dan menulis KOLEKSI CERPEN TERBAIK dan KOLEKSI SAJAK-PUISI TERBAIK SINGAPURA, PUISI CINTA, KOLEKSI PUISI CINTA, KUMPULAN PUISI CINTA, PUISI CINTA BARU, PUISI CINTA ISLAM, PUISI CINTA KETUHANAN, PUISI CINTA RINDU KASIH, PUISI CINTA REMAJA, PUISI CINTA keimanan, PUISI CINTA KLASIK, SAJAK dan PUISI CINTA, khazanah PUISI CINTA,luahan fikiran dan ilusi serta imaginasiku

Aku juga suka kepada KOLEKSI RESEPI MASAKAN MELAYU TERBAIK dan RESEPI MASAKAN MELAYU dari CHEEFF2 dan TUKANG MASAK yang TERKENAL.

Aku akan menulis KRITIK MASYARAKAT MELAYU ISLAM dan apa2 KRITIK tentang sifat2 manusia dan kehidupan.

Aku akan menulis tentang FIRMAN DAN HADITH dan segala AJARAN SESAT serta tipu daya manusia yang berbagai ragam.

Aku akan menulis tentang SEJARAH AL QURAN, SEJARAH NABI MUHAMMAD S.A.W. KEKASIH ALLAH, SEJARAH ANBIA' dan AULIA' ,SEJARAH dan KESAH2 ULAMA ISLAM yang MASHUR, PERBANDINGAN MAZHAB, SEJARAH PERKEMBANGAN TASAUF, seni TARANUM AL QURAN, seni LAGU AL QURAN, SEJARAH QARI2 MESIR, QARI TIMUR TENGAH, QARI SINGAPURA, QARI MALAYSIA, QARI INDONESIA, BERITA ISLAM SEDUNIA dan bermacam2 lagi selagi aku rajin dan ada masa.



   









Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed